Baitul Mal Aceh Utara Salurkan Modal Usaha Bergulir kepada Masyarakat Produktif

Aceh Utara | Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara menganggarkan Rp1 miliar untuk bantuan usaha bergulir bagi masyarakat yang memiliki usaha produktif. Bantuan modal usaha ini dianggarkan setiap tahun, dan merupakan pinjam modal tanpa bunga untuk menghindarkan masyarakat dari para rentenir berkedok koperasi.

Kepala Baitul Mal Aceh Utara, Tgk. Yusradi Ismail, mengatakan pihaknya sudah menyerahkan bantuan modal usaha tanpa bunga secara simbolis kepada tiga orang penerima yang dilakukan Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, pada Selasa (1/9) di Aula Kantor Bappeda Aceh Utara.

Baitul Mal Aceh Utara memang sudah menjadi program prioritas terhadap bantuan modal usaha untuk pelaku usaha masyarakat fakir dan miskin, yang sifatnya berupa dana bergulir.

“Kita memberikan bantuan dengan dana tersebut untuk usaha mereka sehingga bisa terbantu alakadarnya. Namun, untuk pelaku usaha-usaha yang menengah ke atas itu tidak mendapatkan bantuan dimaksud, karena dana bergulir ini khusus ditargetkan supaya masyarakat kita dari mustahik kalau bisa nantinya menjadi muzakki,” kata Tgk. Yusradi Ismail.

Namun, kata Yusradi, jika pun tidak bisa menjadi muzakki, minimalnya mereka bisa berusaha. Jangan sebagai masyarakat yang tidak mempunyai usaha apapun, itu merupakan tujuan daripada program unit pengelolaan zakat infaq dan sedekah produktif atau UPZIS Pro di Baitul Mal.

“Modal usaha yang kita bantu itu mereka (pelaku usaha masyarakat fakir dan miskin) bisa mengembalikan kepada pihak pengelola dana tersebut dari pihak UPZIS Pro. Supaya bila tahun selanjutnya dianggap yang bersangkutan masih butuh dana lagi, itu akan diberikan kembali. Maka ini akan dikembalikan oleh penerima itu dengan tanpa bunga,” ujar Tgk. Yusradi Ismail.

Menurutnya, ini merupakan bagian daripada kegiatan Baitul Mal atau Pemerintah Aceh Utara dalam hal memutus mata rantai rentenir. Program bantuan modal usaha untuk masyarakat fakir dan miskin ini sudah berjalan sejak tahun 2017, setiap tahun dialokasikan dana senilai Rp1 miliar, dengan besaran jumlah angka yang diterima oleh penerima masing-masing dari pemohon bervariasi, yaitu menerima mulai dari Rp1 juta, Rp3 juta, dan Rp5 juta.

“Tentunya ini berdasarkan hasil verifikasi dan monitoring serta evaluasi dari tingkat kebutuhan dari pelaku usaha tersebut. Untuk tahun 2020 hampir seribu permohonan bantuan modal usaha sudah masuk ke Baitul Mal. Akan tetapi hasil dari verifikasi ada sekitar 500 sekian pemohon layak untuk dibantu,” ungkapnya

Open chat