Bupati Aceh Utara Lantik Dr. A.Murtala, M.Si Jadi Sekda Definitif

Aceh Utara | Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib, melantik Dr. A. Murtala, M.Si sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara yang sebelumnya ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama itu dilakukan di Aula Setdakab Aceh Utara, Rabu (02/12/2020).

Pengambilan sumpah itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Aceh Nomor: PEG .821.22/046/2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Sekretaris Derah Kabupaten Aceh Utara. Dalam surat itu tercantum bahwa Abdul Aziz sebagai Sekda Aceh Utara sebelumnya, telah memasuki masa pensiun terhitung mulai 1 Juli 2020.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto, Sekda Kota Lhokseumawe T. Adnan, Kejari Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi, para asisten serta sejumlah pejabat SKPK.

H. Muhammad Thaib usai pelantikan itu, mengatakan, dengan adanya Sekda baru diharapkan dapat mengemban tugas secara maksimal serta bisa membawa Aceh Utara jadi lebih baik. Kemudian perlu juga ditingkatkan kerja sama atau hubungan baik dengan berbagai instansi supaya dapat berjalan roda pemerintahan sebagaimana yang diharapkan bersama.

“Sekda baru itu merupakan pilihan terbaik bagi saya dan tidak ada intervensi. Saya melihat yang muda serta gigih, karena Sekda harus bisa mengatur apa yang kurang,” jelas H. Muhammad Thaib.

Pria yang sering disapa Cek Mad itu menambahkan, ada lima orang yang sebelumnya dilakukan seleksi sebagai calon Sekda, tapi kemudian dipilih Murtala karena dinilai mampu mengemban tugas-tugas birokrasi dengan baik.

“Sejumlah kepala SKPK juga masih kosong, masih dipegang Plt., kalau bisa secepat mungkin untuk diisi, tapi dalam hal ini ada prosesnya juga dan nantinya diusulkan supaya dapat diambil keputusan. Yang saya lihat adalah orang itu mampu atau tidak membangun komunikasi dengan berbagai pihak secara baik. Untuk proses seleksi akan dilakukan pada tahun 2021, karena mengingat tahun ini anggarannya harus dikondisikan,”  tambah Cek Mad.

Sementara itu, Murtala usai dilantik mengungkapkan, gebrakan perdana yang dilaksanakan adalah pemindahan pusat pemerintahan dari Lhokseumawe ke Lhoksukon. Untuk kantor bupati yang baru itu diperkirakan sudah rampung 90 persen, hanya finishing penataan yang masih perlu dilakukan. Tapi proses pemindahan tersebut secara bertahap untuk ke depan.

“Pada intinya fokus kita bagaimana menjamin pelayanan kepada masyarakat itu tidak terganggu. Saya akan melakukan mapping terhadap hal-hal yang sudah dilakukan sebelumnya, supaya kita tahu langkah-langkah ke depan itu seperti apa,” jelasnya Murtala.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat